Cerpen : Pulang ke Pangkuan Rindu
Pulang ke Pangkuan Rindu Cerpen oleh: Asroh Azan Subuh baru saja selesai berkumandang ketika Hendra menutup laptopnya dengan napas panjang. Layar menunjukkan pukul 04.47 WIB. Di sudut monitor, notifikasi terakhir dari bosnya masih berkedip — "Deadline proposal sebelum kamu mudik, Hen." Ia bersandar ke kursi. Di luar jendela apartemennya di lantai dua belas, Jakarta belum sepenuhnya terjaga, tapi lampu-lampu jalan sudah berlomba dengan cahaya fajar. Dua puluh hari Ramadan telah ia jalani di kota ini — berpuasa sendiri, berbuka sendiri, tarawih sendiri di mushola kecil dekat minimarket. Tahun ini harus pulang, batinnya. Harus. Perjalanan dari Jakarta ke Wonogiri bukan perkara mudah di hari-hari seperti ini. Lebaran 1447 Hijriah jatuh pada akhir Maret, dan seluruh anak bangsa seolah sepakat untuk bergerak bersama — jutaan jiwa yang digerakkan oleh satu magnet bernama kampung halaman. Hendra memilih bus malam, dua hari sebelum Lebaran. Ia tak mampu membeli tiket kereta yang suda...